Saat Kuliah Terasa Berat, Zakat Membantu Masarrah Terus Mengejar Cita-cita

Ikhtiarbaik.id – Masarrah ingin menyelesaikan kuliahnya. Ia memilih Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Universitas Terbuka dan tetap menjalaninya di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
Ayah Masarrah telah meninggal dunia. Ibunya, Taskanah, sehari-hari berjualan kue basah menggunakan etalase di sekitar Rowobelang–Pasekaran. Dari usaha itu, kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan harus diatur bersama.
Masarrah merupakan anak kedua. Meski keadaan keluarga tidak selalu mudah, ia tetap melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Kebutuhan kuliah kemudian mendapat dukungan melalui Program Beasiswa Kader Lazismu Batang. Bantuan pendidikan tersebut disalurkan untuk membantu Masarrah memenuhi kebutuhan pendidikannya. Jumat 14 Agustus 2026.
Bagi Masarrah, bantuan itu membuat salah satu kebutuhan keluarga menjadi lebih ringan. Ia pun dapat terus menjalani perkuliahan yang sedang ditempuhnya.
Bantuan pendidikan sering kali tidak terlihat besar ketika hanya dilihat dari nominalnya. Namun bagi keluarga yang harus membagi penghasilan untuk berbagai kebutuhan, bantuan tersebut dapat memberi ruang agar pendidikan tetap berjalan.
Di situlah zakat dan infak bekerja.
Baca Juga: Zakat Hadir Lewat Beasiswa Mentari bagi 15 Siswa MA Muhammadiyah Limpung
Dana yang dititipkan masyarakat melalui Lazismu Batang disalurkan kembali kepada mereka yang membutuhkan dukungan. Salah satunya melalui pendidikan, seperti yang diterima Masarrah.
Perwakilan PRA Cepokokuning, Martisa, yang hadir dalam penyaluran bantuan, menyampaikan terima kasih kepada Lazismu Batang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Batang yang telah memberikan perhatian dan bantuan melalui Program Beasiswa Kader. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi Masarrah dan menjadi penyemangat untuk terus belajar serta meraih cita-cita,” ujar Martisa.
Masarrah masih punya perjalanan panjang untuk menyelesaikan pendidikannya. Ada perkuliahan yang harus diikuti, tugas yang harus diselesaikan, dan cita-cita yang ingin dicapai.
Bantuan yang diterimanya bukan akhir dari perjalanan itu. Ia justru mendapat kesempatan untuk terus melanjutkannya.
Masarrah masih melangkah. Dan di balik langkah itu, ada zakat dan infak dari orang-orang yang memilih berbagi.
-TIM MEDIA LAZISMU BATANG



