ArtikelSejak 1 Zulhijah, Mudhohi Dianjurkan Menahan Potong Kuku dan Rambut

Sejak 1 Zulhijah, Mudhohi Dianjurkan Menahan Potong Kuku dan Rambut

Ilustrasi, Foto: Pexels

Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah, 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Memasuki bulan Zulhijah, para mudhohi atau orang yang berniat melaksanakan ibadah qurban dianjurkan untuk mulai menahan diri dari memotong kuku dan rambut hingga hewan qurbannya disembelih.

Anjuran tersebut berdasarkan hadis Rasulullah SAW:

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلَالَ ذِي الْحِجَّةِ، وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ، فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

“Jika kalian melihat hilal Zulhijah, dan di antara kalian ada yang ingin berqurban, maka hendaklah dia menahan (tidak memotong) rambut dan kukunya.”
(HR. Muslim)

Dalam hadis tersebut, yang dimaksud menahan rambut dan kuku adalah mudhohi atau shahibul qurban, bukan hewan qurbannya.

Hal ini juga diperkuat dengan hadis lain yang menunjukkan keterkaitan antara menjaga rambut dan kuku dengan kesempurnaan ibadah qurban. Rasulullah SAW bersabda:

“Aku diperintah untuk menjadikan hari kurban sebagai hari raya yang Allah Azza wa Jalla jadikan untuk umat ini.” Lalu seseorang bertanya, “Bagaimana pendapatmu jika aku tidak mendapatkan kecuali hewan betina untuk diambil susunya, apakah aku menyembelihnya?” Beliau menjawab, “Tidak, tapi potonglah rambutmu, kukumu, kumismu, dan bulu kemaluanmu maka itu adalah kesempurnaan kurbanmu di sisi Allah Azza wa Jalla.”

Dalam buku Tuntunan Iddain dan Kurban, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah juga menganjurkan mudhohi untuk tidak mencukur rambut, baik rambut kepala, kumis, jenggot, maupun rambut lainnya, serta tidak memotong kuku tangan dan kaki sejak melihat hilal Zulhijah hingga penyembelihan hewan qurban dilakukan.

Selain mengikuti sunnah Rasulullah SAW, anjuran ini menjadi pengingat agar mudhohi mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut ibadah qurban.

Sebab qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menghadirkan ketakwaan, kepatuhan, dan keikhlasan kepada Allah SWT.

Karena itu, memasuki bulan Zulhijah menjadi momentum bagi setiap mudhohi untuk mulai mempersiapkan ibadah terbaiknya sekaligus menjaga sunnah-sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW.

Sumber:
Muhammadiyah.or.id

–TIM DIGITAL LAZISMU BATANG

Bagikan Tulisan Ini