›Tak Berkategori›Lazismu Perkuat Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah Berstandar WHO untuk Penyintas Gempa NTT

Lazismu Perkuat Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah Berstandar WHO untuk Penyintas Gempa NTT

Penanganan penyintas gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 masih terus berlangsung. Hingga 27 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB, BNPB mencatat 111 orang meninggal dunia, 1.672 orang mengalami luka atau sakit, dan 176.621 warga masih berada di pengungsian.

Kerusakan juga meluas di sejumlah wilayah. Sebanyak 84.562 rumah dilaporkan mengalami kerusakan, disusul 118 fasilitas kesehatan dan 1.378 fasilitas pendidikan yang terdampak. Kerusakan turut terjadi pada kantor dan rumah ibadah di tujuh kabupaten/kota.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan layanan kesehatan bagi penyintas menjadi bagian penting dalam penanganan masa tanggap darurat. Akses terhadap pemeriksaan, pengobatan, obat-obatan, hingga layanan kesehatan lanjutan dibutuhkan untuk membantu warga melewati masa pemulihan awal setelah bencana.

Melalui Program Indonesia Siaga, Lazismu mendukung penguatan layanan kesehatan yang dijalankan Muhammadiyah melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengoperasian Rumah Sakit Lapangan berstandar World Health Organization (WHO) di Puskesmas Dampek, Manggarai Timur. Fasilitas ini disiapkan untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat.

Ketua EMT Muhammadiyah, dr. Corona Rintawan, menjelaskan bahwa Rumah Sakit Lapangan tersebut menggunakan model EMT Type 1 Fixed yang disiapkan sesuai standar internasional. Layanan direncanakan berlangsung sedikitnya 30 hari dengan dua gelombang penugasan.

Setiap gelombang diperkuat 25 personel dengan berbagai keahlian, di antaranya dokter, perawat, bidan, apoteker, psikolog, petugas keselamatan dan keamanan, serta tenaga logistik. Tim tersebut bekerja untuk memastikan layanan medis dan kebutuhan pendukung dapat berjalan selama respons darurat.

Baca Juga: Lima Relawan Muhammadiyah Jateng Berangkat ke NTT, Bawa Ikhtiar untuk Penyintas Gempa

Sebelumnya, Muhammadiyah juga telah mengerahkan sejumlah tim EMT dari jejaring rumah sakit dan fasilitas kesehatan Muhammadiyah-‘Aisyiyah ke wilayah terdampak. Kehadiran tim kesehatan menjadi bagian dari upaya menjaga akses layanan medis di tengah kondisi sejumlah fasilitas kesehatan yang turut terdampak gempa.

Lazismu Perkuat Ikhtiar Kemanusiaan

Dukungan Lazismu terhadap EMT Muhammadiyah menjadi bagian dari upaya memastikan dana kemanusiaan yang dihimpun dari masyarakat dapat diterjemahkan menjadi layanan yang dibutuhkan langsung oleh penyintas.

Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya, menyampaikan bahwa dukungan terhadap EMT merupakan bagian dari peran Lazismu dalam memperkuat respons kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.

Rumah Sakit Lapangan bukan hanya menjadi tempat pelayanan medis. Kehadirannya menjadi bagian dari ikhtiar untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap layanan kesehatan ketika kondisi di lapangan belum sepenuhnya pulih.

Bagi Lazismu, respons bencana tidak berhenti pada penyaluran bantuan kebutuhan dasar. Dukungan juga diarahkan pada penguatan layanan yang dibutuhkan masyarakat selama masa tanggap darurat, termasuk kesehatan dan pendampingan bagi penyintas.

Ikhtiar tersebut dijalankan bersama Muhammadiyah, EMT, relawan, tenaga kesehatan, dan masyarakat yang menitipkan kepeduliannya melalui Lazismu.

Lanjutkan Ikhtiar untuk NTT

Rumah Sakit Lapangan akan terus menjadi bagian dari ikhtiar menjaga layanan kesehatan bagi penyintas gempa NTT. Dukungan masyarakat melalui Lazismu membantu agar respons kemanusiaan dapat terus bergerak dan menjangkau mereka yang membutuhkan.

Mari lanjutkan ikhtiar bersama untuk NTT.
Salurkan dukungan terbaik Anda melalui
https://ikhtiarbaik.id/campaign/gempa-ntt/

Ikhtiar kita, untuk menguatkan mereka.

Sumber: Lazismu Pusat, Aktivasi Rumah Sakit Lapangan Standar WHO, Lazismu Dukung Layanan EMT Muhammadiyah di NTT, 26 Agustus 2026.

Data dampak bencana diperbarui berdasarkan dashboard BNPB, 27 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB.

Bagikan Tulisan Ini