Datang Bawa Infak, Pulang Jadi Filantropis Cilik

Ikhtiarbaik.id – Kamis, 3 September 2026, suasana Kantor Lazismu Batang terasa lebih semarak. Sejumlah anak usia kelompok bermain dari KB Aisyiyah Birrul Waalidain dan TPA Aisyiyah Kauman datang bersama guru dan pendamping untuk belajar tentang berbagi dalam rangka menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Anak-anak datang membawa jajanan dan uang infak yang selama ini mereka himpun. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengenal Lazismu lebih dekat, termasuk memahami bahwa infak yang mereka kumpulkan dapat dikelola dan disalurkan untuk berbagai kebaikan.
Di kantor Lazismu, anak-anak dikenalkan dengan filantropi melalui cara yang sederhana dan dekat dengan keseharian mereka. Mereka belajar tentang kepedulian, empati, dan pentingnya berbagi sejak dini.
Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW juga menjadi bagian dari pembelajaran. Anak-anak dikenalkan dengan hari kelahiran Rasulullah sekaligus diajak memahami nilai-nilai kebaikan yang dapat mereka teladani dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala KB Aisyiyah Birrul Waalidain, Desi Arisanti, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki dua tujuan. Pertama, sebagai kunjungan edukasi ke Lazismu Batang untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang tempat yang mewadahi infak yang selama ini mereka himpun, sekaligus mengenalkan kegiatan filantropi dan kebiasaan berinfak sejak dini.
“Kami ingin anak-anak mengenal bahwa infak yang selama ini mereka himpun juga dapat dikelola melalui Lazismu dan disalurkan untuk berbagai kebaikan. Melalui kunjungan ini, anak-anak juga belajar tentang filantropi, kepedulian, dan berbagi sejak dini,” ujar Desi.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Anak-anak diajak mengenal momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus belajar meneladani nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
“Momentum Maulid Nabi ini kami manfaatkan untuk mengenalkan kepada anak-anak tentang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Harapannya, mereka tidak hanya mengenal kisah Nabi, tetapi juga mulai belajar meneladani nilai-nilai kebaikan yang beliau ajarkan,” katanya.
Pelajaran pagi itu kemudian mereka praktikkan secara langsung. Anak-anak membawa jajanan yang telah disiapkan untuk dibagikan kepada pengguna jalan di sekitar Kantor Lazismu Batang.
Baca Juga: Lazismu Salurkan 235 School Kit untuk Siswa Sekolah Katolik Terdampak Gempa di Dampek
Satu per satu jajanan diberikan kepada orang yang melintas. Dengan cara sederhana, anak-anak belajar bahwa berbagi bukan hanya sesuatu yang dibicarakan, tetapi juga bisa dilakukan sejak usia dini.
Bagi Lazismu Batang, pengalaman seperti ini menjadi bagian penting dalam mengenalkan filantropi kepada generasi kecil.
Manajer Lazismu Batang, Sarif Khiftanul Bakhri, S.E., menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, kepedulian dan kebiasaan berbagi perlu dikenalkan sejak dini agar tumbuh menjadi bagian dari karakter anak.
“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini. Anak-anak memang perlu dikenalkan dengan kepedulian, empati, dan berbagi sejak dini. Harapannya, kebiasaan baik itu bisa tumbuh dan menjadi bagian dari karakter mereka. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program bersama Lazismu Batang dan KB Aisyiyah Birrul Waalidain,” ujar Sarif.
Sebelum pulang, anak-anak tidak hanya membawa pengalaman dari kunjungan tersebut. Mereka juga mendapatkan kaleng filantropis cilik yang telah dihias sendiri menggunakan stiker.
Kaleng itu menjadi pengingat sederhana bahwa belajar berbagi tidak berhenti di Kantor Lazismu. Setelah kembali ke rumah, anak-anak dapat melanjutkan kebiasaan berinfak dan menyisihkan sebagian yang mereka miliki.
Dari infak yang mereka kumpulkan, anak-anak belajar memberi. Dari jajanan yang mereka bagikan, mereka belajar peduli. Dari Maulid Nabi, mereka belajar mengenal dan meneladani Rasulullah.



