›Kabar Ikhtiar Baik›Lazismu Ajak IGABA Batang Perkuat Kolaborasi, Lima Guru ABA Disiapkan Ikuti Pelatihan Mendongeng

Lazismu Ajak IGABA Batang Perkuat Kolaborasi, Lima Guru ABA Disiapkan Ikuti Pelatihan Mendongeng

Ikhtiarbaik.id – Kolaborasi antara gerakan pendidikan dan filantropi terus dibuka untuk memperluas manfaat. Pesan itu disampaikan Manajer Lazismu Batang, Sarif Khiftanul Bakhri, S.E., dalam Rapat Koordinasi (Rakor) IGABA Kabupaten Batang di Gedung Dakwah PCM Reban, Selasa (15/9/2026).

Rakor yang dihadiri sekitar 85 peserta tersebut menjadi ruang bagi Lazismu untuk memperkenalkan kiprah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah sekaligus membuka peluang sinergi dengan para guru ABA dalam berbagai kegiatan.

Sarif menyampaikan bahwa Lazismu Batang terbuka untuk berkolaborasi dengan IGABA dalam berbagai event yang dilaksanakan. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempertemukan potensi yang dimiliki para guru dengan sumber daya dan program yang dikembangkan Lazismu.

Dalam kesempatan itu, Sarif juga menjelaskan aspek akuntabilitas pengelolaan dana umat di Lazismu. Salah satunya melalui proses audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang telah dilakukan sebanyak tujuh kali.

Audit tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan melalui Lazismu.

Bagi Lazismu, kepercayaan tersebut kemudian diupayakan untuk kembali menjadi manfaat melalui berbagai program. Karena itu, kolaborasi dengan IGABA dipandang sebagai salah satu ruang untuk memperluas jangkauan kebaikan, khususnya di lingkungan pendidikan anak usia dini.

Lima Guru ABA Dapat Kesempatan Pelatihan Mendongeng

Tidak hanya menawarkan sinergi dalam kegiatan, Lazismu juga memberikan peluang pengembangan kapasitas bagi guru ABA.

Sebanyak lima guru ABA mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan mendongeng yang diselenggarakan oleh Lazismu Kares Pekalongan Raya.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi para guru untuk mengasah kemampuan mendongeng sebagai salah satu media yang dekat dengan dunia anak. Keterampilan bercerita dapat dimanfaatkan untuk menemani proses belajar sekaligus menyampaikan pesan dan nilai kepada peserta didik dengan cara yang menyenangkan.

Dukungan Lazismu tidak berhenti pada pelatihan. Para guru yang telah mengikuti pelatihan nantinya juga akan mendapatkan dukungan dari Lazismu ketika berkesempatan mengisi kegiatan mendongeng di berbagai tempat.

Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pengalaman pelatihan, tetapi dapat terus dipraktikkan dan dikembangkan melalui kegiatan nyata.

Rakor IGABA di Reban akhirnya tidak sekadar menjadi forum koordinasi. Pertemuan tersebut membuka ruang baru untuk mempertemukan pendidikan, pengembangan kapasitas guru, dan gerakan filantropi.

Dari ruang seperti inilah kolaborasi dapat tumbuh menjadi aksi—menguatkan guru, menemani anak-anak belajar, sekaligus memperluas manfaat kebaikan di tengah masyarakat.

-TIM MEDIA LAZISMU BATANG

Bagikan Tulisan Ini