Di Tengah Kekeringan, Muhammadiyah Batang Salurkan 13.620 Liter Air Bersih

Ketika sumur mulai mengering dan aliran air semakin sulit didapat, kebutuhan air bersih menjadi persoalan sehari-hari bagi warga Desa Candi, Kecamatan Bandar, Batang.
Merespons kondisi tersebut, Muhammadiyah Batang melalui Lazismu Batang bersama MDMC Batang menyalurkan 13.620 liter air bersih pada Ahad, 20 September 2026.
Air bersih didistribusikan ke sejumlah wilayah di Desa Candi, meliputi Dukuh Gondang, Dukuh Krajan, Dukuh Trembyak, dan Dukuh Kemamang, serta satu fasilitas umum berupa musala.
Bantuan ini menjadi respon atas laporan warga yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi kekeringan yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Batang, H. Farichun, mengatakan distribusi air tersebut merupakan bentuk respon awal setelah pihaknya menerima laporan mengenai kondisi warga.
“Kami menerima laporan dari warga yang mengalami kesulitan air bersih. Karena itu, kami berupaya hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” ujar Farichun.
Baca Juga: 200 Mangrove Ditanam di Pantai Sicepit, Ikhtiar Bersama Menjaga Pesisir Batang
Menurutnya, kebutuhan air bersih tidak berhenti pada satu wilayah. Karena itu, Lazismu Batang mengajak para donatur dan masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam merespons kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.
“Kami mengajak para donatur dan semua orang baik untuk bersama-sama membantu warga yang membutuhkan air bersih. Dukungan masyarakat akan sangat berarti agar respon ini bisa terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak warga,” katanya.
Dua Bulan Warga Bertahan di Tengah Kekeringan
Ketua RT 02 Dukuh Krajan, Ahmad Farihun, mengatakan warga telah merasakan kekeringan selama sekitar dua bulan. Namun, kondisi semakin parah dalam satu bulan terakhir.
“Sudah sekitar dua bulan kekeringan dirasakan warga. Tapi satu bulan terakhir ini kondisinya semakin parah karena sumur sudah mengering dan air PAM juga tidak menyala,” kata Ahmad.
Warga kemudian mengandalkan aliran sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, sumber air tersebut juga mulai menyusut karena debitnya terus berkurang.
“Warga hanya mengandalkan aliran sungai. Sekarang debitnya juga mulai mengecil, sehingga kebutuhan air bersih semakin terasa,” ujarnya.
Bagi warga, bantuan air yang datang menjadi penopang di tengah terbatasnya sumber air. Setidaknya, kebutuhan air bersih untuk sementara dapat terbantu sembari warga menghadapi musim kering yang belum berakhir.
MDMC Batang Siapkan Respon ke Wilayah Lain
Ketua MDMC Batang, Muh Edi Supriyanto, menyampaikan bahwa distribusi di Desa Candi merupakan langkah awal dalam merespons laporan kekeringan yang masuk.
“Ini merupakan respon awal kami. Sudah ada beberapa wilayah lain yang juga dilaporkan mengalami kekeringan,” kata Edi.
Menurutnya, MDMC Batang bersama Lazismu Batang akan menindaklanjuti laporan tersebut dan mulai bergerak ke wilayah yang membutuhkan.
“Kami akan mulai bergerak ke tempat-tempat yang sudah melaporkan kekeringan. Harapannya, respon ini bisa menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Musim kering mungkin membuat sumber air semakin terbatas. Namun, kepedulian bisa menjadi jalan agar kebutuhan dasar warga tetap terjaga.
Sebanyak 13.620 liter air bersih telah mengalir ke sejumlah titik di Desa Candi. Namun, respon terhadap kekeringan masih akan berlanjut ke wilayah lain yang membutuhkan.
Kebutuhan air bersih masih ada. Lazismu Batang mengajak Sobat Lazismu dan semua orang baik untuk ikut menghadirkan bantuan bagi warga yang terdampak kekeringan.
Mari bersama menjaga agar air dan harapan tetap mengalir. Salurkan donasi melalui Lazismu Batang.



