›Kabar Ikhtiar Baik›Ikhtiar Belum Berhenti, 1.400 Paket Rendangmu Disalurkan untuk Penyintas Gempa NTT

Ikhtiar Belum Berhenti, 1.400 Paket Rendangmu Disalurkan untuk Penyintas Gempa NTT

Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 masih menyisakan pekerjaan panjang. Di tengah warga yang bertahan di tenda pengungsian, bantuan terus bergerak untuk menjaga kebutuhan dasar sekaligus mendukung proses pemulihan.

Pada Ahad, 6 September 2026, Muhammadiyah melalui Lazismu kembali menyalurkan bantuan untuk penyintas gempa di Manggarai Timur. Bantuan tersebut berupa operasional Posko Muhammadiyah dan 1.400 paket Rendangmu.

Penyaluran dipusatkan di Pos Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Lapangan Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah di Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Manggarai Timur. Bantuan ini menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan Indonesia Siaga yang terus berjalan setelah bencana.

Bagi warga yang masih menghadapi dampak gempa, bantuan bukan sekadar barang yang datang ke pengungsian. Kehadiran relawan dan dukungan dari berbagai pihak menjadi penguat bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.

Camat Lamba Leda Utara, Emilianus Sarjanit, menyampaikan apresiasi atas respons Muhammadiyah setelah gempa melanda wilayahnya.

Ia menyebut kondisi masyarakat sempat jatuh dan kehilangan arah. Namun, kehadiran tim Muhammadiyah ikut membangkitkan semangat warga untuk kembali menghadapi situasi tersebut.

Ribuan Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Dampak gempa masih terasa kuat di Lamba Leda Utara. Sebanyak 2.294 rumah mengalami kerusakan parah, sementara 8.333 jiwa masih bertahan di tenda pengungsian.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik. Dua puskesmas, yakni Puskesmas Dampek dan Puskesmas Beleng, mengalami kerusakan. Sekitar 80 persen fasilitas pendidikan turut terdampak sehingga layanan kesehatan dan kegiatan belajar mengajar harus berlangsung di tempat darurat.

Kondisi tersebut membuat pemulihan tidak cukup dilakukan dengan memenuhi kebutuhan pangan. Layanan kesehatan, pendidikan, dukungan psikososial, hingga penguatan fasilitas menjadi bagian penting dari proses bangkit setelah bencana.

Di tengah kondisi itu, Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah terus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Timur, Tintin, mengatakan kehadiran MDMC, EMT Muhammadiyah, perguruan tinggi, dan relawan membantu mempercepat penanganan masyarakat. Dari 29 puskesmas di Manggarai Timur, 12 di antaranya mengalami kerusakan parah dan peralatan kesehatan tidak dapat diselamatkan.

Dari Bantuan Hari Ini Menuju Pemulihan

Respons Muhammadiyah di NTT tidak berhenti pada distribusi bantuan. Sejak awal bencana, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) mengaktifkan jejaring koordinasi dari tingkat pusat hingga wilayah terdampak.

Rumah Sakit Lapangan EMT Muhammadiyah yang berstandar WHO juga diterjunkan dengan sistem rotasi tim selama satu bulan. Tim bekerja bersama tenaga kesehatan lokal dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan.

Pemulihan juga menyasar sektor pendidikan. Muhammadiyah bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan pembangunan ruang kelas darurat agar anak-anak tetap dapat belajar sekaligus mengurangi dampak psikologis akibat bencana.

Bagi Muhammadiyah, kesehatan dan pendidikan tidak boleh berhenti hanya karena bencana datang.

Begitu pula ikhtiar kemanusiaan. Bantuan yang disalurkan hari ini menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk membantu masyarakat NTT kembali berdiri.

1.400 paket RendangMu mungkin hanya satu bagian dari kebutuhan besar para penyintas. Namun, setiap bantuan yang sampai adalah tanda bahwa kepedulian masih terus bergerak.

Ikhtiar belum berhenti. Dari pangan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga pendampingan pemulihan, Muhammadiyah dan Lazismu terus membersamai penyintas gempa NTT agar perlahan dapat kembali menata kehidupan.

NTT masih membutuhkan dukungan. Dan ikhtiar untuk bangkit masih terus dilanjutkan.

Salurkan dukungan untuk penyintas gempa NTT melalui Ikhtiar Baik:
www.ikhtiarbaik.id/campaign/gempa-ntt/

Bagikan Tulisan Ini