›Kabar Ikhtiar Baik›Sepuluh Hari Pascagempa NTT, Ikhtiar Membantu Penyintas Masih Terus Berjalan

Sepuluh Hari Pascagempa NTT, Ikhtiar Membantu Penyintas Masih Terus Berjalan

Sepuluh hari setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur, situasi di sejumlah wilayah terdampak masih membutuhkan perhatian.

Gempa susulan masih terjadi. Hingga 21 Agustus 2026, BMKG mencatat lebih dari 5.000 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2. Di tengah kondisi tersebut, ribuan warga masih bertahan di pengungsian maupun tenda-tenda darurat karena khawatir kembali ke rumah.

Data yang dilaporkan BNPB hingga 22 Agustus mencatat 87 orang meninggal dunia, 1.298 orang mengalami luka-luka, serta lebih dari 150 ribu orang terdampak dalam pengungsian yang tersebar di sejumlah kabupaten di NTT.

Di tengah situasi ini, kebutuhan penyintas bukan hanya soal tempat berlindung. Mereka membutuhkan makanan, air bersih, perlengkapan tidur, hingga dukungan layanan kesehatan agar dapat menjalani hari-hari di masa tanggap darurat.

Ikhtiar Muhammadiyah Terus Bergerak

Melalui program Indonesia Siaga, MDMC dan Lazismu terus menguatkan respons kemanusiaan di wilayah terdampak. Pos koordinasi dan pos pelayanan di sejumlah daerah dioptimalkan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Tim kesehatan Muhammadiyah juga terus mengambil bagian. Emergency Medical Team (EMT) Internasional Muhammadiyah telah diterjunkan untuk mendukung pelayanan kesehatan, setelah sebelumnya tim kesehatan dari sejumlah Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah, perguruan tinggi Muhammadiyah, dan fasilitas kesehatan Muhammadiyah lebih dahulu bergerak.

Namun, kebutuhan di lapangan masih panjang.

Sebagian warga memilih bertahan di ruang terbuka karena trauma dan kekhawatiran terhadap gempa susulan. Ada yang tinggal di fasilitas umum, ada pula yang mendirikan tenda darurat di sekitar rumah.

Karena itu, kebutuhan mendesak saat ini meliputi tenda keluarga, terpal, tikar, velbed, selimut, beras, makanan siap saji, makanan pendamping ASI, hingga air minum.

Bencana mungkin terjadi dalam hitungan detik. Tetapi memulihkan kehidupan setelahnya membutuhkan waktu dan ikhtiar bersama.

Di tengah masa sulit ini, bantuan yang kita titipkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk menghadirkan tempat berteduh, makanan di meja, air untuk kebutuhan sehari-hari, dan pelayanan bagi mereka yang sedang berjuang bangkit.

Mari teruskan ikhtiar untuk saudara-saudara kita di NTT.

Donasi Gempa NTT

Sumber: Lazismu Pusat, “Sepuluh Hari Pascagempa NTT Kebutuhan Mendesak Penyintas Tenda, Makanan dan Air Bersih”, 24 Agustus 2026. Baca sumber asli di Lazismu

Bagikan Tulisan Ini