Kabar Ikhtiar BaikMahasiswa UIN Gus Dur Kaji Strategi Digital Fundraising di Lazismu Batang

Mahasiswa UIN Gus Dur Kaji Strategi Digital Fundraising di Lazismu Batang

ikhtiarbaik.id – Upaya Lazismu Batang dalam mengembangkan layanan zakat berbasis digital menarik perhatian kalangan akademisi. Sejumlah mahasiswa Semester 4 Program Studi Akuntansi Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan melakukan kunjungan penelitian ke Kantor Lazismu Batang, Sabtu (27/06/2026), untuk mengkaji implementasi strategi digital fundraising yang diterapkan lembaga.

Penelitian tersebut merupakan bagian dari tugas perkuliahan yang bertujuan memberikan gambaran mengenai bagaimana lembaga amil zakat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Kepala Divisi IT dan Media Lazismu Batang menunjukan Platform Ikhtiarbaik.id sebagai crowdfunding Lazismu Batang

Manajer Lazismu Batang, Sarif Khiftanul Bakhri, S.E., menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga filantropi menjadi ruang belajar bersama sekaligus membuka peluang lahirnya inovasi dalam pengelolaan zakat.

“Kami menyambut baik kunjungan adik-adik mahasiswa yang menjadikan Lazismu Batang sebagai objek penelitian. Sinergi antara dunia akademik dan lembaga amil zakat sangat penting untuk saling menguatkan. Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan masukan yang bermanfaat bagi pengembangan layanan Lazismu Batang ke depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, tim Lazismu Batang memaparkan berbagai inovasi layanan digital yang telah dikembangkan, mulai dari platform ikhtiarbaik.id, pembayaran zakat melalui QRIS, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi, publikasi program, dan penghimpunan dana ZIS.

Sarif menjelaskan bahwa transformasi digital menjadi salah satu ikhtiar Lazismu Batang dalam menghadirkan layanan yang semakin mudah diakses, transparan, dan akuntabel. Melalui berbagai kanal digital, masyarakat diharapkan semakin mudah menunaikan zakat, infak, dan sedekah kapan pun dan di mana pun.

Baca juga: Bagaimana Menghitung Zakat Profesi?

Sementara itu, Ketua Kelompok Penelitian, Lintang Ayu Wulandari, mengatakan bahwa kelompoknya memilih Lazismu Batang sebagai objek penelitian karena melihat komitmen lembaga dalam mengikuti perkembangan zaman melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Kami memilih Lazismu Batang karena melihat lembaga ini terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam memanfaatkan media digital untuk memudahkan masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Kami juga mengapresiasi keterbukaan serta sambutan baik dari seluruh tim Lazismu Batang selama proses penelitian berlangsung,” ungkapnya.

Penelitian tersebut berfokus pada implementasi strategi digital fundraising di Lazismu Batang, meliputi pemanfaatan media digital, proses pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, hingga kontribusinya terhadap peningkatan penghimpunan dana ZIS.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik pengelolaan zakat di era digital. Di sisi lain, Lazismu Batang berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi masukan yang konstruktif dalam mengembangkan inovasi layanan sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah dengan mudah, amanah, serta memberikan manfaat yang lebih luas.

–TIM LAZISMU BATANG DIGITAL

Bagikan Tulisan Ini