›Kabar Ikhtiar Baik›7.225 Penyintas Gempa NTT Telah Dilayani, Ikhtiar Kemanusiaan Muhammadiyah Terus Berjalan

7.225 Penyintas Gempa NTT Telah Dilayani, Ikhtiar Kemanusiaan Muhammadiyah Terus Berjalan

Lebih dari dua pekan setelah gempa bumi mengguncang Nusa Tenggara Timur, ikhtiar kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak masih terus berjalan.

Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu terus menghadirkan berbagai layanan bagi penyintas di sejumlah wilayah terdampak.

Hingga 4 September 2026, tercatat 7.225 penyintas telah mendapatkan layanan kemanusiaan yang diberikan melalui beberapa klaster, mulai dari kesehatan, layanan nonkesehatan, hingga dukungan logistik.

Layanan Kesehatan Menjangkau Ribuan Penyintas

Salah satu layanan utama diberikan melalui Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah. Tim EMT Type-1 Fixed dan EMT Mobile bergerak memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak gempa.

Layanan kesehatan tersebut telah menjangkau 3.702 penyintas, terdiri dari 2.215 perempuan dan 1.487 laki-laki.

Selain layanan kesehatan, Muhammadiyah juga menghadirkan berbagai dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.

Dapur umum yang didirikan telah melayani 1.750 jiwa, sementara layanan psikososial telah menjangkau 1.773 jiwa. Dukungan air bersih dan sanitasi juga diberikan di dua titik terdampak.

Bantuan Tak Berhenti pada Layanan Kesehatan

Respons kemanusiaan di NTT tidak hanya dilakukan melalui layanan medis.

Lazismu bersama MDMC turut mendukung distribusi berbagai kebutuhan masyarakat, di antaranya 500 paket family kit, 600 paket school kit, 1.440 kaleng Rendangmu, serta terpal sepanjang 500 meter.

Dukungan logistik pengobatan juga diberikan oleh tim EMT Mobile yang berasal dari berbagai Rumah Sakit Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Untuk memastikan layanan tetap terkoordinasi, Muhammadiyah telah membentuk 7 Pos Koordinasi Daerah di tujuh kabupaten serta 10 Pos Pelayanan di wilayah terdampak.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya agar bantuan dapat terus menjangkau masyarakat yang membutuhkan sekaligus menyesuaikan layanan dengan kondisi di lapangan.

Ikhtiar untuk Bangkit Masih Panjang

Respons kemanusiaan ini menjadi bagian dari Program Indonesia Siaga yang didukung melalui dana masyarakat yang dihimpun Lazismu.

Hingga 3 September 2026, penghimpunan dana untuk respons gempa NTT tercatat mencapai Rp6,09 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp3,45 miliar telah disalurkan untuk mendukung aksi layanan kemanusiaan Muhammadiyah di NTT.

Namun, proses membantu masyarakat terdampak tidak berhenti ketika masa tanggap darurat selesai.

Lazismu menyatakan dukungan akan terus diarahkan untuk masa pemulihan dan dilanjutkan hingga tahap rehabilitasi serta rekonstruksi, dengan tujuan membantu membangun kembali ketangguhan masyarakat NTT.

Karena itu, ikhtiar untuk NTT masih membutuhkan dukungan kita bersama.

Setiap donasi yang dititipkan melalui program kemanusiaan menjadi bagian dari upaya menjaga layanan tetap berjalan dan membantu masyarakat terdampak melewati proses pemulihan.

Mari Lanjutkan Ikhtiar untuk NTT

Sobat Lazismu, perjalanan masyarakat NTT untuk bangkit masih panjang.

Mari terus bergandengan tangan dan ikut mengambil bagian dalam ikhtiar kemanusiaan ini.

Salurkan dukungan untuk penyintas gempa NTT melalui Ikhtiar Baik:

https://ikhtiarbaik.id/campaign/gempa-ntt/

Sedikit dari kita mungkin sederhana. Namun ketika dilakukan bersama, ikhtiar itu dapat menjadi dukungan berarti bagi mereka yang sedang berjuang untuk bangkit.

Sumber: Lazismu, “Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT”, 4 September 2026.

Bagikan Tulisan Ini